Jumat 20 Maret 2026 - 17:15
Lentera Ramadan | Pesan-Pesan Juz Kedua Puluh Dua Al-Qur’an: Dari Akidah tentang Akhirat hingga Seruan untuk Bangkit karena Allah

Hawzah/ Juz kedua puluh dua Al-Qur’an al-Karim yang mencakup bagian akhir dari Surah Al-Ahzab, serta Surah Saba’, Surah Fathir, dan Surah Yasin. Juz ini mengangkat berbagai tema penting, seperti hari kebangkitan (akhirat), tauhid, syukur kepada Allah, dan petunjuk para nabi.

Berita Hawzah – dalam Semarak Al-Qur'an, rubrik "Lentera Ramadan" hadir bersama penjelasan singkat dan aplikatif dari ayat-ayat Al-Qur'an yang disampaikan oleh Hujjatul Islam wal Muslimin Ali Zarei, seorang ustadz Hawzah dan ahli ilmu Al-Qur'an, sebagai sajian khusus bagi Anda para intelektual yang sebelum berbuka puasa.

Bismillahirrahmanirrahim

Kami mengucapkan selamat dan tahniah atas datangnya bulan suci Ramadan kepada Anda sekalian. Bulan ini adalah bulan turunnya Al-Qur’an, bulan ibadah, ketaatan, penghambaan, pendidikan, dan ketakwaan. Semoga Allah senantiasa memberikan kita kesempatan dan kemampuan untuk memanfaatkan waktu dan anugerah berharga di bulan ini serta menyiapkan bekal untuk akhirat kita.

Juz ke-22 terdiri dari empat surah dan total 169 ayat. Surah Al-Ahzab dari ayat 31 hingga akhir, Surah Saba', Fatir, dan Surah Yasin hingga ayat 28. Semua surah ini, kecuali Surah Al-Ahzab, adalah surah Makkiyah (surah yang diturunkan sebelum nabi hijrah). Surah Saba’ merupakan salah satu surah dalam Al-Qur’an yang secara tegas membantah anggapan batil kaum musyrik tentang ketiadaan hari kebangkitan (akhirat). Melalui berbagai argumentasi dan kisah yang diangkat, surah ini menegaskan bahwa kehidupan tidak berhenti pada kematian, melainkan berlanjut pada fase pertanggungjawaban di hadapan Allah. Dalam surah ini juga dapat disimpulkan adanya tiga faktor utama yang menjadi kunci kebahagiaan hakiki seorang hamba. Pertama, iman kepada hari akhir, yang membuat manusia menyadari bahwa setiap amal akan mendapat balasan yang adil. Kedua, kesyukuran kepada Allah atas seluruh nikmat yang dikaruniakan, baik yang tampak maupun yang tidak tampak, sehingga hidup dijalani dengan rasa cukup dan ridha. Ketiga, mengikuti para pemimpin ilahi, yaitu para nabi dan rasul, yang diutus sebagai pembimbing umat menuju jalan keselamatan.

Tema utama dan sentral Surah Fathir adalah penegasan bahwa Allah Mahakuasa dan Mahakaya secara mutlak, dan bahwa selain Allah, segala sesuatu itu fana dan tiada artinya. Surah Yasin, yang merupakan jantung Al-Qur'an dan terdiri dari 83 ayat, membahas kebenaran peringatan Nabi tentang hukuman bagi orang-orang kafir, kelalaian terhadap tanda-tanda tauhid, yang merupakan faktor terpenting ketidakimanan manusia. Saya akan membacakan beberapa ayat dari surah ini untuk Anda. Dalam Surah Saba', kita membaca di ayat 46: «قُلْ إِنَّمَا أَعِظُکُمْ بِوَاحِدَةٍ. أَنْ تَقُومُوا لِلَّهِ مَثْنَیٰ وَفُرَادَیٰ ثُمَّ تَتَفَکَّرُوا», "Katakanlah: 'Sesungguhnya aku hanya menasihati kamu dengan satu hal saja, yaitu hendaklah kamu bangkit karena Allah berdua-dua atau sendiri-sendiri, kemudian hendaklah kamu berpikir.'"

Imam Khomeini berpendapat bahwa ciri orang beragama dan beriman yang sebenarnya adalah orang bangkit dan berjuang (melawan ketidakadilan/untuk menegakkan kebenaran). «أَنْ تَقُومُوا لِلَّهِ مَثْنَیٰ وَفُرَادَیٰ ثُمَّ تَتَفَکَّرُوا», "(yaitu) hendaklah kamu bangkit karena Allah berdua-dua atau sendiri-sendiri, kemudian hendaklah kamu berpikir."

Bangkitlah karena Allah, dua orang dua orang. Jika tidak bisa secara bersama-sama (berkelompok), maka berdirilah sendiri-sendiri demi Allah, tegakkan agama Allah. Oleh karena itu, beliau berkata: "Aku menasihati kamu dengan satu hal, yaitu bangkitlah untuk Allah." Ini adalah slogan Imam Khomeini. Dengan slogan dan ayat ini, Imam Khomeini (rahmat Allah atasnya) mengalahkan hegemoni Timur dan Barat, arogansi global, Uni Soviet dan Amerika, dan menempatkan semua setan pada tempatnya.

Dalam Surah Fatir, Allah Swt berfirman: «یَا أَیُّهَا النَّاسُ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ. فَلَا تَغُرَّنَّکُمُ الْحَیَاةُ الدُّنْیَا. وَلَا یَغُرَّنَّکُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ», "Wahai manusia, sesungguhnya janji Allah itu benar, bahwa kamu akan meninggalkan dunia ini, dan ada perhitungan, kitab, hari kiamat, surga dan neraka di depan mata, dan ini adalah kebenaran yang akan terjadi. Maka berhati-hatilah, jangan sampai dunia yang menipu dan setan yang menipu memperdayakanmu."

Bacalah juz ini, sambil merenungi pertanyaan-pertanyaan ini: 'Sebagai penunggu Imam Mahdi, harapan apa yang diletakkan pada diri kita?' dan 'Bagaimana kita dapat mewujudkan diri sebagai penunggu sejati Hazrat Baqiyatullah Al-Azam?'"

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha